Tuesday, July 10, 2012
Aforisma Bukit Jingga
01.07.2009
: teman teman
Aforisma bukit jingga
Stepa telah penuh dengan dafodil, semiotika kita
Sementara bulir kloropil berinkarnasi di serbuk sari
Matang membuncah, meniupkan kesumat rindu
Ke semua arah, ke segala penjuru
Lihatlah konstelasi perasaan yang tersusun rapi di cakrawala,
horizon yang tercitra serta lengkungnya senyum mentari
menujahkan kasih di tetes embun pagi
di rapatnya kisi kisi
di celah strimin kamar
di luasnya sawah terhampar
di dek dek kapal
di beku aliran kanal
di sel sel penjara
di panti panti jompo
di matamu yang penuh tanya
aku tiada bertanya kembali
Aforisma bukit jingga
Stepa telah penuh dengan dafodil, semiotika kita
Sementara bulir kloropil berinkarnasi di serbuk sari
Matang membuncah, meniupkan kesumat rindu
Ke semua arah, ke segala penjuru
Lihatlah agitasi gelora yang menguap di padatnya udara
Testamen telah terisi, dan alam jadi sekstan
pembimbing arah kemana pergi
Dia hinggap di batang konifer tua
di kayu kayu cendana
di kelopak kelopak cahaya
di setiap emulsi doa
di jejari narasi
di kulminasi personifikasi
di rumitnya metafora
di rupa rupa retorika
Beginilah cerita butiran cinta
Sebelum menyublim di rongga dada
Aforisma bukit jingga
Jejak musafir telah memudar di jalan sastra
Dan puisi tinggallah prasasti
======================================================
pict source: http://pixabay.com/id/awan-fajar-awal-kabut-berkabut-22041/
Monday, July 9, 2012
1001 Puisi
10.09.2009
Seperti Syahrazad
Yang mengulur hidupnya dengan cerita di seribu malam
Sehingga Syahryar mencintainya selama seribu malam itu
Dan di malam yang kosong dari segala cerita
Malam ke seribu satu
Malam dimana Syahrazad tidak punya satu ceritapun
Malam dimana cinta Syahryar mungkin akan berakhir
Malam itu
Syahryar mencintainya tanpa cerita
Malam keseribu satu
.
Akankah kau mencintaiku selembut dahulu
Sebagaimana ketika kumampu merangkai metafora
Dalam puisi puisi yang kaubaca
Akankah kau mencintaiku semesra dahulu
Sebagaimana ketika kudapat merayu rindu
Mengucap kata kata gombal yang membuatmu tersipu
Akankah kau mencintaiku seperti dahulu
Sebagaimana ketika kumencintaimu
Sebagaimana saat kupandai berbicara
Sebagaimana saat kupandai bercerita
.
Angin berkata: 'Aku ingin seperti kisah 1001 malam
Yang cintanya tak berakhir di malam ke seribu satu'
.
Akankah kau mencintaiku selembut dahulu
Meskipun tak ada lagi yang dapat kuberi
Kecuali sekerat cinta dan roti yang kita bagi?
Dua Malaikat
23.10.2009
Tuhan menciptakan lagi satu malaikat
Dengan satu sayap di punggungnya
Satu cinta di hatinya
Satu detak di jantungnya
Satu denyut di nadinya
Untuk dapat terbang, sang malaikat perlu berpelukan dengan malaikat lain
Berbagi satu sayap
Berbagi satu cinta
Berbagi satu denyutan nadi
Berbagi satu detakan jantung
Dua malaikat itu terbang di taman Firdaus
Dua malaikat itu menikmati harum bunga Edelweis bersama
Dua malaikat itu
Aku dan kamu
@};-----
(seketika Polaris membukakan pintunya, menyambut kita dengan senyumnya,
bagai lengkung lazuardi di kisi kisi mentari, dan yang terpenting aku bisa memelukmu di ujung pelangi, membuat cemburu semesta yang memberikan restu kepada kita)
Tuhan menciptakan lagi satu malaikat
Dengan satu sayap di punggungnya
Satu cinta di hatinya
Satu detak di jantungnya
Satu denyut di nadinya
Untuk dapat terbang, sang malaikat perlu berpelukan dengan malaikat lain
Berbagi satu sayap
Berbagi satu cinta
Berbagi satu denyutan nadi
Berbagi satu detakan jantung
Dua malaikat itu terbang di taman Firdaus
Dua malaikat itu menikmati harum bunga Edelweis bersama
Dua malaikat itu
Aku dan kamu
@};-----
(seketika Polaris membukakan pintunya, menyambut kita dengan senyumnya,
bagai lengkung lazuardi di kisi kisi mentari, dan yang terpenting aku bisa memelukmu di ujung pelangi, membuat cemburu semesta yang memberikan restu kepada kita)
Subscribe to:
Comments (Atom)
